Sputnik V, vaksin buatan Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia, dilaporkan telah menunjukkan kemanjuran hingga 92 persen.
Berdasarkan pernyataan tertulis dari perusahaan pada Rabu (11/11), tingkat kemanjuran tersebut didasarkan pada analisis sementara setelah 21 hari uji coba terhadap sukarelawan yang menerima suntikan pertama.
Dimuat
Sputnik, sebanyak 40 ribu sukarelawan mengambil uji klinis fase 3. Sebanyak lebih dari 20 ribu di antaranya baru mendapat suntikan pertama, sementara lebih dari 16 ribu lainnya sudah mencapai suntikan dosis kedua.
"Pada 11 November, tidak ada kejadian merugikan tak terduga yang diidentifikasi sebagai bagian dari penelitian. Beberapa dari mereka yang divaksinasi mengalami efek samping ringan jangka pendek seperti nyeri di tempat suntikan, sindrom mirip flu termasuk demam, kelemahan, kelelahan, dan sakit kepala," sambung pernyataan tertulis tersebut.
Meski begitu, perusahaan mengatakan, uji coba terhadap sukarelawan akan dilanjutkan selama enam bulan untuk mendapatkan laporan akhir.
Sebelumnya, vaksin buatan Pfizer Amerika Serikat (AS) dan BioNTech Jerman, BNT162b2, dinyatakan memiliki tingkat efektivitas hingga 90 persen.
Tetapi para ilmuwan mengingatkan, hasil uji coba kemungkinan dapat berubah karena karena masih dalam proses.
BNT162b2 sendiri saat ini tengah diujicobakan kepada 43 ribu sukarelawan yang terdiri dari berbagai etnis.
BERITA TERKAIT: