Melalui akun Twitter-nya pada Selasa (10/11), Trump memperkenalkan Christopher C. Miller sebagai pengganti Esper.
"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Christopher C. Miller, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional yang sangat dihormati (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Penjabat Sekretaris Pertahanan, berlaku segera," kata Trump.
Dimuat
TRT World, Miller merupakan seorang loyalis Trump. Ketika bertugas ebagai komentator Fox News, ia membuat pernyataan ofensif tentang mantan Presiden Barack Obama.
Miller memulai karir militer sebagai tentara tamtama, kemudian bergabung dengan Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, di mana ia berpartisipasi dalam perang di Afganistan dan Irak.
Pada Maret 2018, Miller mulai bertugas di pemerintahan Trump sebagai penasihat kontraterorisme di Dewan Keamanan Nasional. hingga Desember 2019, ia terlibat dalam operasi melawan ISIL.
Pada 2020, ia menjadi wakil asisten menteri pertahanan untuk operasi khusus dan memerangi terorisme.
Selain mengangkat Miller, pemerintahan Trump juga akan menjadikan Kash Patel, penasihat kontraterorisme di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, sebagai kepala stafnya.
Patel sendiri bekerja sebagai pembantu utama Perwakilan Devin Nunes, seorang Republikan pro-Trump yang mengetuai Komite Intelijen DPR dan sekarang menjadi anggota minoritas teratas.
Saat bekerja untuk Nunes, Patel membantu membuat memo yang menuduh FBI dan Departemen Kehakiman bias terhadap Trump.
Setelah kepergian Esper, penasihat kebijakan utama Pentagon pun mengundurkan diri, memungkinkan pos itu diisi oleh Anthony Tata, pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat yang menyebut Obama "seorang pemimpin teroris".
Perombakan besar-besaran di Pentagon tersebut memicu kekhawatiran di kalangan Demokrat terkait kebijakan keamanan nasional AS menjelang kepergian Trump.
BERITA TERKAIT: