"Kita perlu bersabar dan menunggu dan melihat siapa yang memenangkan pemilu AS. Penting bahwa proses tersebut diberikan waktu yang cukup untuk mencapai kesimpulan. Kami memiliki keyakinan penuh pada sistem check and balances AS untuk menerbitkan hasilnya," isi tweet Raab.
Hubungan Inggris-AS sat ini dalam kondisi sangat baik. Hubungan itu akan semakin kuat calon mana pun yang memenangkan pemilihan presiden AS.
"Di seluruh perdagangan, keamanan, intelijen, pertahanan, inovasi, dan budaya, tidak ada dua negara yang berbuat lebih banyak bersama-sama (seperti Inggris-AS)," tulisnya di tweet berikutnya, seperti dikutip dari
AP, Kamis (5/11).
Pemilihan presiden AS telah berubah menjadi pertempuran sengit karena kandidat Demokrat Joe Biden berada di depan petahana Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan Electoral College. Joe Biden memiliki 264 suara dibandingkan dengan Trump yang mengumpulkan 214 suara.
Biden membutuhkan 6 suara lebih banyak untuk merebut Gedung Putih. Sementara Trump harus berjuang mengamankan 56 suara lagi untuk memenangkan masa jabatan kedua.
Sejauh ini, Joe Biden memenangkan medan pertempuran negara bagian Michigan dan Wisconsin pada hari Rabu. Ia merebut kembali bagian penting dari 'tembok biru' yang terlepas dari Demokrat empat tahun lalu dan secara dramatis mempersempit jalur Presiden Donald Trump untuk pemilihan kembali.
BERITA TERKAIT: