Komisi tersebut telah menyelesaikan rencana untuk pemerintah, yang diharapkan akan terungkap akhir tahun ini, di mana anggaran sektor tersebut akan menerima dorongan awal sebesar dua miliar riyal.
“Di masa kita hidup sekarang, ruang angkasa menjadi sektor fundamental ekonomi global, menyentuh setiap aspek kehidupan kita di Bumi. Bisnis antariksa dan ekonomi antariksa diharapkan tumbuh menjadi triliunan riyal seiring dengan kemajuan kita, â€kata Pangeran Sultan, seperti dikutip dari
Arab News, Kamis (29/10).
Komisi tersebut dibentuk oleh dekrit kerajaan pada akhir 2018 untuk merangsang penelitian terkait ruang angkasa dan kegiatan industri.
“Kami yakin ada banyak peluang yang ada di sektor luar angkasa dan kami, di Arab Saudi, berniat memanfaatkan peluang ini di semua tingkatan,†tambahnya.
Pangeran Sultan, yang memimpin Komisi Pariwisata dan Warisan Saudi selama 18 tahun, mengatakan Kerajaan bercita-cita menjadi pemain global dalam industri luar angkasa sambil memajukan prospek bagi generasi masa depan.
“SSC berencana untuk menandatangani perjanjian dengan badan-badan internasional di AS, Rusia, China, India, dan UEA untuk meningkatkan kerja sama,†kata Pangeran Sultan, yang pernah terbang dengan US Space Shuttle Discovery pada 1985. Dia adalah astronot pertama dari negara Arab atau Muslim di luar angkasa.
Tugasnya di atas Discovery sebagai spesialis muatan termasuk merilis satelit Arabsat, yang merupakan terobosan dalam menghubungkan wilayah tersebut dengan seluruh dunia.
Arab Saudi adalah pendiri sekaligus pemodal utama Organisasi Komunikasi Satelit Arab (Arabsat), yang diluncurkan pada tahun 1976, dengan 37 persen saham.
BERITA TERKAIT: