Dalam konferensi pers pada Rabu (23/9), Anwar mengatakan, pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin saat ini telah jatuh.
Ketika diminta untuk mengungkap daftar anggota parlemen yang mendukungnya, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu mengatakan hanya akan mengungkapkannya setelah bertemu dengan raja.
Namun ia menyebut, saat ini Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah tengah dirawat di Nasional Heart Institute sejak Selasa malam (22/9).
"Saya seharusnya betemu raja pada Selasa, 11 pagi, tetapi ditunda karena Yang Mulai dirawat di rumah sakit," ujar Anwar seraya menambahkan ia telah berbicara dengan raja melalui telepon pada Senin malam (21/9), seperti dikutip
CNA.
"Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk menjalankan negara ini dan menyelamatkan negara," katanya.
Anwar sebelumnya diperkirakan akan menggantikan posisi Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia, setelah Pakatan Harapan (PH) mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) pada pemilihan umum 2018.
Rencana transisi dari Mahathir ke Anwar telah menjadi sumber ketegangan politik dalam negeri malaysia.
Awalnya, Mahathir berulang kali menolak memberikan jadwal yang jelas untuk menyerahkan kendali pemerintahan kepada Anwar. Kemudian, Mahathir secara tiba-tiba mengundurkan diri pada Februari.
Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Muhyiddin lalu mengambil alih kekuasaan menjadi perdana menteri setelah mendapatkan dukungan dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan membentuk Perikatan Nasional (PN).
BERITA TERKAIT: