Sumber keamanan Palestina melaporkan, Israel telah membom pangkalan pelatihan yang dimililki kelompok Hamas di Jalur Gaza pada Rabu dini hari (16/9).
Insiden tersebut terjadi setelah adanya dugaan kelompok tersebut menembakkan dua roket Israel pada hari penandatanganan kesepakatan damai. Satu roket berhasil dicegat oleh Iron Dome, sementara lainnya menghantam kota pesisir Ashdod dan melukai dua orang.
Dilaporkan
The National, tidak ada klaim dari pihak Palestina mengenai serangan tersebut, sementara Israel langsung menyatakannya sebagai aksi Hamas.
Sebulan sebelumnya, Hamas sendiri sudah mulai meningkatkan intensitas serangan balon pembakar tehradap Israel yang dibalas oleh serangkaian serangan udara ke Jalur Gaza.
Hingga berita ini dirilis, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan bom Israel ke Jalur Gaza.
Hamas sendiri telah menguasai Gaza sejak 2007. Di mana sejak saat itu, Hamas sudah tiga kali berperang besar dengan Israel.
Sementara itu, normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab beberapa waktu terakhir dilakukan atas bantuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Pada 13 Agustus, Trump mengumumkan normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, yang diikuti oleh Bahrain pada 11 September.
Keputusan UEA dan Bahrain untuk melakukan kesepakatan damai atau yang disebut "Abraham Accord" tersebut membuat Palestina kecewa.
Iran dan Turki telah menyatakan kecaman keras atas normalisasi tersebut. Keduanya menyebut UEA dan Bahrain telah menusuk bangsa Palestina dari belakang.
Di tengah perpecahan dunia Arab, faksi-faksi yang berselisih di Palestina, Hamas dan Fatah, telah menyatakan persatuan untuk melawan pendudukan Israel.
BERITA TERKAIT: