Presiden Lopez Obrador Kritik Pedas Media Yang Beritakan Soal Korupsi Tabasco Tanpa Bukti

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 12 September 2020, 10:03 WIB
Presiden Lopez Obrador Kritik Pedas Media Yang Beritakan Soal Korupsi Tabasco Tanpa Bukti
Presiden Lopez Obrador saat konferensi pers meluruskan berita tentang dugaan korupsi yang mencemarkan namanya/Net
rmol news logo Presiden Mexico, Andrés Manuel López Obrador (Amlo), menyampaikan teguran pedas kepada sebuah media pada Jumat karena menerbitkan berita di halaman depan tentang dugaan penggelapan 223 juta peso (10,5 juta dolar AS) oleh anggota pemerintah di kotamadya tempat ia dilahirkan.

Berita itu terbit dengan judul ‘223 Juta Peso Hilang Di Tanah Air AMLO’, yang menyebutkan bahwa Kongres negara bagian Tabasco menolak pemerintah Partai Morena di Macuspana setelah mendeteksi dana yang hilang dan menggantinya dengan dewan kota beranggotakan tiga orang.

Media itu, Reforma, melaporkan bahwa Walikota Macuspana dan lebih dari 20 anggota pemerintah kota, termasuk saudara ipar López Obrador, mengundurkan diri minggu lalu karena dugaan korupsi mereka terungkap. Macuspana terletak sekitar 50 kilometer di sebelah tenggara Tabasco.

Berbicara pada konferensi pers Jumat (11/9) pagi, Obrador mengkritik Reforma karena menerbitkan berita yang belum terbukti kebenarannya.

Mexico News Daily menulis pada Jumat (11/9) waktu setempat bahwa López Obrador mengatakan juru bicara telah melakukan konfirmasi dengan berbicara dengan Gubernur Tabasco Adán Augusto López, yang juga mewakili partai yang berkuasa di Morena. Diperoleh informasi bahwa pengunduran diri walikota Macuspana dan anggota dewan lainnya tidak terkait dengan dugaan korupsi.

“Belum ada penggelapan yang diumumkan oleh kantor auditor negara atau oleh Kongres [Tabasco],” kata López Obrador, dalam siaran persnya.

Obrador menyebut Reforma sebagai ‘publikasi sampah’ dan ‘buletin konservatisme’ dan menuduh bahwa surat kabar itu adalah pelindung dan sponsor Carlos Salinas de Gortari, yang secara luas dianggap sebagai salah satu presiden paling korup di Meksiko.

Namun begitu, López Obrador menekankan bahwa kritiknya itu ditujukan kepada eselon tertinggi Reforma, bukan pada reporter dan pekerja persnya.

Terlebih ketika ada selebaran yang menggunakan foto dirinya bersama adik iparnya, seolah dirinya terlibat dengan dugaan kesalahan saudara iparnya itu.

“Ini kasus klasik jurnalisme dunia bawah,” katanya. “Reforma adalah buletin konservatisme, tidak ada keraguan. Ini adalah publikasi sampah, tanpa etika, tanpa profesionalisme. Bayangkan, mendedikasikan delapan kolom untuk sesuatu yang tidak terbukti!”

Obrador terlihat gusar.

“Jangan-jangan, besok mereka juga memberitakan hal lain tentang saya, mengatakan bahwa saya membela saudara ipar perempuan saya atau bahwa… saya menyerang kebebasan berbicara. Tidak, saya telah mengatakan dengan sangat jelas [bahwa] jika ada anggota keluarga [saya] yang melakukan kejahatan, dia harus dituntut, siapa pun itu,” kata López Obrador.

Obrador mengklaim bahwa alasan sebenarnya mengapa Reforma mempublikasikan kisahnya tentang korupsi di tanah kelahirannya adalah untuk menodai namanya.

“Ini adalah jurnalisme yang keji, karena mereka konservatif dan sangat munafik. Mereka bertindak dengan cara yang tidak bermoral.”

López Obrador telah sering mengkritik surat kabar itu sejak dia menjabat pada akhir 2018, dengan menyatakan bahwa itu adalah bagian dari prensa fifi , atau pers elitis, dan pembawa neoliberalisme, yang dia anggap sebagai penyebab banyak masalah Meksiko.

Editor Reforma pernah menerima ancaman pembunuhan tak lama setelah  Obrador mengecam surat kabar tersebut karena menerbitkan alamat rumahnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA