Menurut kantor berita
Fars, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyebut pasukan AS melanggar gencatan senjata dengan melumpuhkan sistem navigasi kapal sebelum akhirnya melakukan penyergapan di Laut Arab.
Sementara itu, juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan pasukan AS melakukan tindakan agresif di laut lebih dulu melepaskan tembakan sebelum menyergap kapal.
“Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah melumpuhkan sistem navigasinya," kata Zolfaghari.
Ia menegaskan bahwa Iran akan segera membalas serangan terhadap kapalnya.
“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan militer AS mencegat kapal kargo berbendera Iran sebagai bagian dari blokade laut.
"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA… mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulis Trump.
BERITA TERKAIT: