Saat berpidato di acara Partai Demokrat,
Kamala Harris menyebut keputusan perang bukan murni berasal dari
Donald Trump, tetapi ada peran besar
Benjamin Netanyahu di baliknya.
“Trump terseret ke dalamnya (perang dengan Iran) oleh Bibi Netanyahu, mari kita perjelas hal itu," tegasnya, seperti dikutip dari
New Arab, Senin, 20 April 2026.
Tudingan tersebut menguat setelah laporan
New York Times yang menyebut Netanyahu telah mengusulkan rencana pemboman Iran kepada pemerintahan Trump sejak Februari lalu.
Harris juga mengkritik keputusan perang Trump yang dinilai gegabah dan membahayakan tentara nasional AS. Selain itu dia juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan publik.
“Di antara banyak konsekuensinya, termasuk kenaikan harga bensin… dan menurut kita ke mana biaya itu akan dibebankan? Itu akan dibebankan kepada konsumen,” ujarnya, merujuk pada lonjakan harga energi akibat konflik.
Perang Iran sendiri telah memicu ketegangan global, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Teheran yang berdampak pada distribusi minyak dunia.
Di dalam negeri AS, dukungan publik terhadap perang tetap lemah, dengan survei terbaru menunjukkan hanya 38 persen warga yang mendukung serangan terhadap Iran.
BERITA TERKAIT: