Dari situs resmi WTO, ada delapan kandidat pengganti Azevedo yang sudah dinominasikan masing-masing negara. Terdapat tiga perempuan dan lima laki-laki.
Pemilihan Direktur Jenderal WTO sangat penting, khususnya dalam menangani masalah perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Untuk itu, mereka yang dipilih harus memiliki netralitas yang cukup untuk menjadi penengah kedua negara.
Mereka adalah Jesus Seade Kuri dari Meksiko, Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria, Abdel-Hamid Mamdouh dari Mesir, Tudor Ulianovschi dari Moldova, Yoo Myung-hee dari Korea Selatan, Amina C. Mohamed dari Kenya, Mohammad Maziad Al-Tuwaijri dari Arab Saudi, dan Liam Fox dari Inggris.
Seade Kuri merupakan keturunan Meksiko Lebanon yang pernah tinggal di Hong Kong, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Swiss. Ia pernah bergabung dengan WTO, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Saat ini, ia adalah Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko untuk Urusan Amerika Utara dan dianggap terlalu dekat dengan AS sehingga akan sulit menangani masalah perang dagang dengan China.
Okonjo-Iweala merupakan mantan menteri keuangan Nigeria yang menjadi salah satu yang calon terkuat untuk menggantikan Azevedo. Saat ini ia memimpin Gavi atau aliansi internasional untuk mengembangkan vaksin.
Ia bersama dengan Amina Mohamed menyerukan reformasi untuk mengatasi kritik AS atas jangkauan yudisial oleh sistem penyelesaian sengketa. Selama ini, AS telah membekukan WTO yang menolak menunjuk hakim baru terkait larangan Amerika atas impor harga rendah.
Amina Mohamed yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Internasional berulang kali mengatakan, anggota WHO harus menegaskan kembali otoritas pereka atas pembuatan aturan dalam organisasi.
“Kami perlu memastikan bahwa anggota badan banding memahami bahwa satu-satunya mandat yang dapat mereka miliki, bahwa mereka tidak dapat menambah atau mengurangi hak para pihak," ujarnya seperti dikutip
Financial Times.Baik Okonjo-Iweala dan Amina Mohamed menjadi yang terkuat karena menekankan netralitas politik dalam hubungan mereka dengan AS dan China.
Sementara itu, Mahdouh dari Mesir dianggap tidak memiliki porsi politik yang cukup untuk menjadi seorang Direktur Jenderal WTO. Ia saat ini berperan sebagai negositor untuk investasi dan perdagangan Mesir.
Yoo Myung-hee dari Korea Selatan sudah pasti dianggap terlalu dekat dengan AS. Ia adalah Menteri Perdagangan pertama Korea Selatan yang sudah berkecimpung selama 25 tahun. Ia merupakan negosiator untuk sejumlah kesepakatan dagang termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Korea-China FTA, hingga Korea-US FTA.
Sedangkan kandidat dari Saudi, Moldova, dan Inggris dianggap tertinggal.
Al-Tuwaijri merupakan mantan Menteri Ekonomi Arab Saudi. Liam Fox merupakan mantan Menteri Perdagangan Internasional dan pernah menjadi anggota parlemen Inggris. Ulianovschi merupakan mantan Menteri Luar Negeri Moldova.
BERITA TERKAIT: