Cavusoglu akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Republik Dominika Luis Abinader Corona pada Minggu (16/8) menurut rencana keduanya akan langsung mengadakan pertemuan setelah upacara berlangsung.
Selain bertemu dengan Abinader Cavusoglu juga akan bertemu dengan mitranya dari AS, Mike Pompeo yang menurut rencana juga akan berada di Republik Dominika. Menurut sumber diplomatik Turki, keduanya dikabarkan akan membahas perkembangan terbaru di Mediterania Timur.
Diplomat Turki itu juga diperkirakan akan melakukan pertemuan dengan kepala negara dan menteri luar negeri lainnya yang akan menghadiri upacara pelantikan tersebut.
Keesokan harinya Senin (17/8) Menlu Cavusoglu dijadwalkan untuk mengunjungi Haiti dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Claude Joseph, sebelum diterima oleh Perdana Menteri Joseph Jouthe dan Presiden Jovenel Moise.
Pada putaran terakhir tur dia akan singgah di Venezuela untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza, Presiden Nicolas Maduro dan Wakil Presiden Delcy Rodriguez pada Selasa (18/8). Pertemuan tersebut diharapkan fokus pada hubungan bilateral, serta isu-isu regional dan internasional.
"Selain penandatanganan perjanjian bilateral, juga akan ditandatangani deklarasi bersama dalam rangka HUT ke-70 pembentukan hubungan diplomatik antara Turki dan Venezuela," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari
AA, Sabtu (15/8).
Sementara itu, selama kunjungannya ke Yunani Jumat pagi (14/8) waktu setempat, Pompeo menekankan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketegangan di Mediterania Timur.
Dalam konferensi pers di Swiss pada hari yang sama, Cavusoglu menegaskan bahwa Turki ingin menyelesaikan sengketa di kawasan secara damai dan melalui dialog.
Awal pekan ini, Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial.
Kesepakatan itu datang satu hari setelah Ankara mengatakan akan menunda eksplorasi minyak dan gas sebagai isyarat niat baik.
Tetapi setelah menyatakan kesepakatan Yunani-Mesir "batal demi hukum," Turki mengizinkan kapal penelitian seismik Oruc Reis untuk melanjutkan aktivitasnya di suatu area di dalam landas kontinen negara itu.
Kapal tersebut akan melanjutkan misi dua minggu hingga 23 Agustus bersama dengan kapal Cengiz Han dan Ataman.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan satu-satunya solusi untuk sengketa tersebut adalah melalui dialog dan negosiasi dan mendesak Athena untuk menghormati hak-hak Ankara.
Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.
BERITA TERKAIT: