Di hadapan para senator pada Senin malam (4/5), Philippe menjelaskan, pelonggaran kuncian sangat diperlukan karena bisa membantu pergerakan ekonomi yang hancur akibat pandemik.
"Pengurungan ini diperlukan untuk memenuhi keadaan darurat, tetapi biaya sosial dan ekonominya kolosal," ujar Philippe seperti dimuat
CGTN.
"Kami berada pada saat yang menentukan, kami tidak bisa tetap di kuncian. Kehidupan ekonomi harus dimulai kembali secara imperatif dan cepat," tambahnya.
Kendati begitu, rencana tersebut dipandang masih terlalu dini oleh banyak pihak. Beberapa bahkan menganggap pemerintah belum menyiapkan aturan dan langkah-langkah perlindungan lainnya yang diperlukan jika kuncian dilonggarkan.
Atas dasar tersebut, Senat Prancis pada akhirnya menentang rencana tersebut. Di mana sebanyak 89 suara menolak, 81 setuju, dan 174 abstain.
Walikota yang mewakili wilayah Ile-de-France, yang termasuk ibu kota Paris, mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk menunda pembukaan kuncian mengingat masih banyaknya kasus Covid-19.
Dalam surat terbuka kepada presiden, walikota meminta pembukaan kembali lembaga pembelajaran ditunda hingga setelah 11 Mei.
Perancis adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak global oleh pandemik Covid-19. Negara ini telah mendaftarkan 169.000 infeksi dan lebih dari 25.000 kematian.
BERITA TERKAIT: