Akibat pernyataan Presiden yang disampaikan dalam wawancara di stasiun televisi itu, para pengunjuk rasa langsung berbaris menuju Istana Presiden di Baabda. Massa juga membakar ban, melemparkan batu ke tentara, serta memblokir jalan di Lebanon.
Untuk menghalau demonstran, ratusan tentara Lebanon langsung dikerahkan demi menghentikan pengunjuk rasa yang berkumpul beberapa ratus meter dari istana.
Seorang demonstran, Hala Nasreddine menyebutkan, kata-kata Aoun itu sangat menghina.
"Kata-katanya itu penghinaan, itu memicu semua orang dan membuat semua orang sangat marah," katanya seperti dimuat
Aljazeera, Jumat (15/11).
Gelombang unjuk rasa masih terus berlanjut setelah lebih dari dua pekan Perdana Menteri Saad Hariri mengundurkan diri. Massa menuntut pemerintahan saat ini diisi oleh para teknokrat. Presiden Aoun pun mengakui bahwa pembentukan pemerintahan baru telah mandek.
(09riz)
BERITA TERKAIT: