Hal ini yang kemudian membuat Indonesia melanjutkan Dialog HAM Bilateral antara Republik Indonesia-Norwegia di Norwegia, Senin (4/11). Demikian diungkapkan Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI, Achsanul Habib.
"Pertemuan tahunan Dialog HAM RI-Norwegia telah memberikan kontribusi besar dalam penguatan hubungan antara kedua negara. Lebih lanjut, Indonesia tetap berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam melakukan kerja sama multilateral di bidang HAM," ujar Achsanul seperti yang dimuat di laman resmi Kemlu, Rabu (6/11).
Agenda pertemuan kali ini sendiri difokuskan pada beberapa hal. Seperti hak-hak anak, kebebasan beragama atau kepercayaan dan kebebasan berbicara, serta beberapa isu lain yang berkaitan dengan HAM kontemporer yang terjadi di antara dua negara.
Sebagai calon negara anggota Dewan HAM, Indonesia juga mengungkapkan siap untuk merealisasikan tujuan-tujuan bersama untuk mengkampanyekan HAM di dunia. Selain itu, Indonesia juga akan menjalankan perannya dalam memastikan tidak ada politisasi, standar ganda, dan selektivitas yang dapat memengaruhi kinerja dari Dewan HAM.
Selain Kemlu, dalam pertemuan tersebut delegasi RI juga diisi pejabat Kedutaan Besar RI di Oslo; Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan Kementerian Agama.
Selain pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga akan menghadiri rangkaian kegiatan the 19th Informal Asia Europe Meeting (ASEM) Seminar on Human Rights: Human Rights Education and Training di Tromso, Norwegia.
BERITA TERKAIT: