Dilansir
Al Jazeera, AS dituntut menyerahkan Abdi pada Kamis (24/10) setelah Trump mengirimi Erdogan surat pada 9 Oktober lalu. Dalam surat tu, Trump mengatakan Abdi bersedia bernegosiasi dengan Erdogan dan membuat konsesi bersama.
Saat diwawancarai oleh
TRT pada Kamis malam (24/10), Erdogan menyebut telah menginstruksikan menteri kehakimannya untuk mengambil langkah yang diperlukan guna ekstradisi Abdi.
"Dengan AS, kami memiliki perjanjian ekstradisi. AS harus menyerahkan orang ini kepada kami," ujarnya.
Sementara itu, AS sendiri tengah mempercepat visa Abdi agar dapat melakukan perjalanan ke Washington dan menjelaskan apa yang terjadi di Suriah sebagai pemimpin militer SDF.
Dalam konferensi pers di Qamishli, Abdi yang juga dikenal sebagai Ferhat Abdi Sahin dan Mazloum Kobane mengaku sedang dalam pembicaraan dengan Rusia dan AS untuk melindungi rakyat Kurdi dari serangan Turki.
Dalam sebuah unggahannya di Twitter, Trump mengonfirmasi telah berbicara dengan Abdi.
"Saya sangat menikmati percakapan saya dengan General Mazloum Abdi. Dia menghargai apa yang telah kita lakukan, dan saya menghargai apa yang telah dilakukan oleh Kurdi. Mungkin sudah waktunya bagi Kurdi untuk mulai menuju ke wilayah minyak".
Sejak Turki menyerang pasukan Kurdi, lebih dari 180.000 orang Kurdi terlantar tanpa perlindungan, terutama setelah Trump menarik pasukannya dari Suriah.
BERITA TERKAIT: