Mantan Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait pelaporan itu. Ia mempertanyakan candaan Pandji jika dianggap menyinggung NU dan Muhammadiyah gegara masalah tambang, sementara ada tokoh lain yang mengkritik juga tetapi tidak dilaporkan.
“Nah kalau memang itu masalahnya bahwa pernyataan Pandji soal tambang itu untuk memecah belah NU, Kenapa dia kok melaporkan Pandji, kok tidak Aqil Siradj (Said Aqil Siradj) sama Din Syamsuddin saja?” kata Mahfud dikutip dalam akun YouTube pribadinya, Rabu malam, 14 Januari 2026.
Menurut dia, baik Said Aqil maupun Din Syamsuddin sama-sama mengkritik adanya pemberian tambang kepada dua ormas Islam besar itu.
“Aqil Siradj di internal mengatakan bahwa ini merusak, Din Syamsuddin, Busyro Muqoddas di Muhammadiyah juga bilang itu nggak bagus, kenapa tidak dia yang dilaporkan?” tegas Mahfud.
“Sama sekali itu mengada-ada untuk itu, menurut saya,” tambahnya.
Lanjut Cawapres 2024 ini, pernyataan dari para tokoh NU dan Muhammadiyah yang mengkritisi soal tambang untuk ormas keagamaan sudah ada jauh lebih dulu sebelum show Mens Rea.
“Siapa yang bilang bahwa tambang itu adalah kompensasi politik, panggil aja. Kenapa harus Pandji yang dilaporkan?” tegasnya lagi.
“Orang NU sendiri, orang Muhammadiyah sendiri ada yang meributkan dan itu tokoh-tokohnya, kenapa Pandji yang komika itu menghibur, memberi kritik yang sehat kok dilaporkan,” pungkasnya.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid sebelumnya telah membuat laporan ke polisi terkait candaan Pandji dalam Mens Rea yang dianggap memfitnah NU.
“Kami melaporkan dugaan merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ini berpotensi memecah belah bangsa," jelas Rizki.
Dalam salah satu materinya, Pandji menyinggung soal politik balas budi dan konsesi tambang untuk ormas, termasuk NU dan Muhammadiyah.
"Ada yang ngerti politik balas budi? 'Gue kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gue sesuatu lagi'. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?" ujar Pandji dalam special show-nya.
BERITA TERKAIT: