Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB (Senin, 30/9), Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Amerika Serikat untuk berbagi proposal untuk pembicaraan.
"Dengan asumsi bahwa Amerika Serikat memiliki cukup waktu untuk mengetahui metode perhitungan yang dapat dibagikan kepada kami, kami menyatakan keinginan kami untuk duduk bersama Amerika Serikat untuk diskusi komprehensif tentang masalah yang telah kami bahas sejauh ini," sambungnya, seperti dimuat
Channel News Asia.
Pada hari terakhir pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB itu, dia menyerukan implementasi penuh dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim setelah pertemuan pertama mereka di Singapura pada Juni tahun lalu.
Pada saat itu, kedua pemimpin negara tersebut sepakat untuk membina hubungan baru dan bekerja menuju denuklirisasi semenanjung Korea.
"Lebih dari satu tahun telah berlalu," kata Kim Song.
"Hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat sejauh ini telah membuat sedikit kemajuan dan situasi semenanjung Korea belum keluar dari lingkaran setan meningkatnya ketegangan," sambungnya.
"Itu tergantung pada Amerika Serikat apakah negosiasi Korea Utara-Amerika Serikat akan menjadi jendela peluang atau kesempatan yang akan mempercepat krisis," tegas Kim.