"Hong Kong adalah bagian yang tidak terpisahkan dari China, dan tidak ada yang bisa menentang, baik pengunjuk rasa, maupun pasukan asing yang memainkan permainan kotor mereka," tulis surat kabar
China Daily seperti yang dikutip oleh
Reuters.
Surat kabar pemerintah China tersebut juga menyatakan bahwa pengunjuk rasa Hong Kong harus berhenti untuk menguji kesabaran pemerintah pusat.
"Unjuk rasa di Hong Kong bukan tentang hak atau demokrasi. Itu semua adalah campur tangan asing," tulis surat kabar tersebut seraya menambahkan bahwa pengekangan pemerintah pusat tidak boleh disalahartikan dan upaya pemisahan diri yang jelas akan dihancurkan.
Pernyataan tersebut ditujukan pada aksi unjuk rasa Minggu (8/9), di mana pengunjuk rasa berkumpul di Konsulat AS sembari menyanyikan lagu kebangsaan AS dan membawa bendera AS untuk meminta bantuan Presiden Trump agar bisa membebaskan Hong Kong dari cengkeraman kekuasaan China.
Sedangkan dalam surat kabar pemerintah lainnya, Xinhua, Hong Kong harus membayar penalti jika situasi yang lebih besar dan lebih berat terus berlanjut sebagai upaya penegakkan hukum.
BERITA TERKAIT: