"Kami tidak akan menolerir penundaan seperti yang kami lihat di Manbij. Prosesnya harus maju dengan cepat," ujar Erdogan dilansir dari
CNN Turki, Kamis (29/8).
Menurut Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Erdogan telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald trump via telepon pada Kamis pagi (29/8) terkait perkembangan terakhir di Provinsi Idlib.
Sebelumnya, ketika ditanyai oleh wartawan setelah melakukan kunjungan ke Rusia, Erdogan mengatakan perjanjian pembangunan zona aman dengan AS dan pemindahan YPG dari timur Sungai Eufrat adalah tindakan yang tepat. Erdogan bahkan mengatakan pekan ini pasukan darat Turki akan memasuki zona aman yang direncanakan segera berdiri.
"Semua personel, pengangkut lapis baja ada di perbatasan. Artinya, kami berada dalam posisi untuk melakukan segalanya setiap saat," ujar Erdogan.
Zona aman sendiri diusulkan tahun lalu oleh Trump yang ingin menarik pasukan AS dari Suriah utara. Trump menunda rencana tersebut untuk memastikan sekutunya di Suriah terlindungi. Turki dan AS sendiri telah berselisih mengenai rencana pendirian "zona aman" di Suriah.
Turki menganggap YPG Kurdi merupakan organisasi teroris. Sementara bagi AS, militan YPG Kurdi adalah bagian pasukan yang didukung AS untuk memerangi ISIS. Akibatnya, ketika AS memindahkan para pejuang YPG Kurdi dari Kota Manbij di Suriah utara, Turki menuduh AS telah menunda rencana tersebut.
BERITA TERKAIT: