Konfirmasi itu disamlaikan kata kantor berita AMAQ yang berafiliasi dengan ISIS (Selasa, 23/4).
"Mereka yang melakukan serangan yang menargetkan anggota koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Kristen di Sri Lanka sehari sebelum kemarin adalah pejuang kelompok ISIS," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Namun tidak ada bukti yang dikemukakan atas klaim tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan bahwa dia percaya serangan hari Paskah memiliki kaitan dengan ISIS.
Wickremesinghe mengatakan kepada wartawan bahwa badan-badan keamanan pemerintah sedang memantau orang-orang Sri Lanka yang telah bergabung dengan ISIS dan kembali ke rumah.
"Kami akan menindaklanjuti klaim ISIS kami percaya mungkin ada tautan," jelasnya seperti dimuat
Channel News Asia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa serangan itu adalah pembalasan untuk serangan Christchurch.
Belum bisa dipastikan motif di balik serangan.