RRT membuat program pelatihan dan pendidikan vokasi di Xinjiang untuk menghindari penghasutan dan instigasi oleh terorisme dan ekstremisme. Konten pelajarannya adalah bahasa mandarin, ilmu pengetahuan hukum, keterampilan kerja dan pendidikan deradikalisasi.
Praktik ini membuktikan bahwa pelatihan vokasional merupakan tindakan efektif di Xinjiang untuk menghapuskan lingkungan dan tanah terorisme dan ekstremismedan juga mencegah kejahatan kekerasan dan teror.
Hingga saat ini, tindakan antiteroris komprehensif di Xinjiang telah mendapat hasil nyata. Selama 21 bulan ini, tak pernah terjadi serangan teroris dan kekerasan di Xinjiang, jumlah perkara tindak pidana dan gangguan keamanan umum menurun secara drastis.
Kembali kepada soal ekonomi, Jurubicara Kedutaan Besar RRT untuk Indonesia, Xu Hangtian mengatakan, pada bulan Januari sampai September tahun ini, Xinjiang mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara sebanyak 1320 miliar orang, bertumbuh 40 persen dibandingkan waktu sama tahun yang lalu.
"Sekarang Xinjiang semakin indah dan aman," ujar Xu Hangtian, Kamis (20/12).
Penduduk setempat tidak perlu takut-menakut lagi, bisa berjalan-jalan, belanja, makan bersama dan bertamasya dengan tenang hati.
"Kepercayaan beragama setiap suku di Xinjang termasuk Uighur dilindungi pemerintah dengan lebih baik," sebut Xu Hangtian.
Di Indonesia seperti banyak diwartakan, banyak kalangan memprotes dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis muslim Uighur di Xinjiang oleh pemerintah sendiri.
[rus]
BERITA TERKAIT: