Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Oval Office, Trump menjelaskan kunjungannya ke Tiongkok akan ditunda hingga lima atau enam minggu ke depan.
“Kami bekerja sama dengan Tiongkok. Mereka tidak keberatan. Saya berharap dapat bertemu Presiden Xi. Saya rasa beliau juga berharap dapat bertemu saya," ujar Trump, seperti dikutip dari
Associated Press, Rabu, 18 Maret 2026.
Trump mengungkapkan bahwa ia menunda lawatan karena ingin memastikan AS tetap memegang kendali penuh atas operasi militernya di Iran.
"Saya rasa penting bagi saya untuk berada di sini. Jadi mungkin kita akan sedikit tertunda. Tidak lama," kata Trump.
Penundaan ini menegaskan bagaimana perang Iran telah memengaruhi prioritas kebijakan luar negeri AS, termasuk lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi domestik.
Selain menunda kunjungan, Trump juga melonggarkan sanksi minyak Rusia dan membuka cadangan minyak nasional untuk menstabilkan pasokan, menunjukkan eskalasi krisis energi sebagai salah satu faktor penentu kebijakan saat ini.
BERITA TERKAIT: