Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis mengatakan, pihaknya akan menjalankan transformasi untuk menjawab perubahan perilaku wisatawan.
Ke depan, kata dia, PT Pembangunan Jaya Ancol tak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tapi juga nilai dan pengalaman yang dirasakan setiap wisatawan.
“Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Di mana kami menghadirkan perjalanan pengalaman pengunjung secara end-to-end di dalam kawasan Ancol,” ujar Syahmudrian dalam keterangan tertulis, Senin 20 April 2026.
Dia menjelaskan, perubahan itu sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta Ancol terus berbenah dan tetap relevan sebagai destinasi wisata unggulan, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.
"Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi kami, untuk membuat Ancol ini tetap relevan di kemudian hari. Kenapa? Karena secara fundamental behavior pengunjung sudah berubah," ucapnya.
Saat ini, kata Syahmudrian, perilaku pengunjung telah berubah signifikan. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tapi mencari koneksi, pengalaman, dan nilai yang dirasakan bersama keluarga.
Untuk mendukung transformasi tersebut, lanjut dia, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung.
Kedua, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar, yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
“Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data. Mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan,” imbuhnya.
Keempat, tambah dia, pihaknya akan membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global, untuk nantinya meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemudian penguatan budaya kerja berbasis pelayanan (service purpose), serta disiplin dalam mengeksekusi setiap rencana.
“Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini. Tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: