IHSG tercatat naik 29,39 poin atau 0,39 persen ke level 7.663,39 saat pembukaan. Namun hingga pukul 09.20 WIB, penguatan mulai terpangkas dengan posisi indeks di level 7.645 atau naik tipis 0,15 persen.
Pergerakan saham terpantau variatif, dengan 269 saham menguat, 285 saham melemah, dan 177 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 483 juta saham dari 351 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp13.666 triliun.
Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak di rentang 7.622 hingga 7.671.
Di pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah juga menunjukkan penguatan terbatas. Berdasarkan data
Bloomberg, rupiah menguat 0,09 persen ke level Rp17.175 per Dolar AS.
Penguatan tipis di pasar domestik ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Iran dilaporkan kembali melakukan blokade di jalur strategis distribusi energi dunia tersebut. Pengiriman melalui Selat Hormuz disebut sempat terhenti total pada Minggu, setelah Iran menegaskan kontrolnya atas perairan itu.
Pihak militer Iran menyatakan Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata, seraya menuding kebijakan blokade oleh Amerika Serikat sebagai pemicu eskalasi.
Situasi ini berkembang hanya beberapa hari menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat pada 22 April 2026 mendatang.
BERITA TERKAIT: