Praktik Politik Arab Saudi Tidak Selalu Sejalan Dengan Hukum Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 22 Oktober 2018, 14:54 WIB
Praktik Politik Arab Saudi Tidak Selalu Sejalan Dengan Hukum Islam
Jamal Khashoggi/Net
rmol news logo Meski perpolitikan di Arab Saudi dilandasi oleh prinsip-prinsip syariah Islam, namun pada praktiknya tidak selalu sejalan dengan hukum Islam.

Begitu kata pengamat Timur Tengah Yon Machmudi ketika dihubungi oleh Kantor Berita Politik RMOL (Senin, 22/10).

Dia menjelaskan bahwa praktik politik di Saudi tidak lepas dari benturan dengan hukum Islam, seperti pembunuhan atau tindakan lain demi melindungi kerajaaan Saudi.

Pernyataanya itu merupakan komentar mengenai kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul beberapa waktu lalu.

Yon menambahkan bahwa negara yang tertutup cenderung sangat anti terhadap kritik dan akan sangat menjaga agar tidak ada kelompok atau pihak yang menggangu stabilitas politik negara.

"Tindakan-tindakan semacam itu yang kemudian sering menimbulkan akibat yang pada akhirnya saya lihat sebagai suatu pelanggaran-pelanggaran terhadap aksi manusia dan juga hukum Islam itu sendiri," kata Yon.

Lebih lanjut Yon juga menilai Arab Saudi telah melampaui batas dalam kasus kematian Khashoggi. Dia juga mendorong pengusutan segera kasus itu demi mengetahui siapa dalang dibalik kematian Khashoggi.

"Kalau saya melihat dalam hal ini sudah melampaui batas, hanya saja siapa yang bisa disalahkan ini? siapa yang harus bertanggung jawab terhadap peristiwa yang sudah melampaui batas ini?" pungkasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA