Selain itu, seperti keterangan yang dipaparkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir, beberapa isu yang juga menjadi perhatian khusus dalam kunjungan Geingob antara lain adalah kerjasama infrastruktur, kerjasama isu strategis, kerjasama pembangunan atau teknis, dan berbagai isu perkembangan ditingkat global.
"Menurut rencana akan ada penandatanganan satu nota kesepahaman yaitu terkait dengan kerjasama kelautan dan perikanan. Presiden Namibia dan juga delegasinya akan melakukan pertemuan dengan beberapa BUMN antara lain yang bergerak di bidang infrastruktur seperti WIKA, PT Dirgantara Indonesia," lanjut Jubir yang akrab disapa Tata ini.
Geingob juga dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) guna menyambung kerjasama di bidang pertanian.
Bersama dengan Geingob, ikut serta beberapa delegasi bisnis dari Namibia. Salah satu di antaranya akan menandatangani kontrak dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk untuk mengimpor produk makanan Indofood.
Untuk diketahui, perdagangan Namibia dan Indonesia saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar 5,5 juta dolar AS dalam periode Januari-Juni 2018.
"Sehingga kita bisa lihat di sini potensinya masih sangat besar," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: