Jakarta Diminta Kritik Langkah Amerika Cs

Soal Serangan Di Suriah

Senin, 16 April 2018, 09:05 WIB
Jakarta Diminta Kritik Langkah Amerika Cs
Foto/Net
rmol news logo Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah memburuknya situasi di Suriah.

 Pemerintah Indonesia, le­wat Kementerian Luar Negeri, menyayangkan langkah pasukan gabungan AS, Inggris dan Pran­cis dalam serangan rudal ber­sama ke sejumlah sasaran militer di Suriah pada Sabtu (14/4).

"Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Suriah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri, Sabtu pagi (14/4).

"Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi memburuknya situasi di Suriah," imbuh pernyataan itu.

Menurut pengamat interna­sional yang juga Guru Besar HI Universitas Indonesia Hikma­hanto Juwana, Indonesia perlu bersikap tegas dan berani men­kritik langkah AS dan kawan-kawan.

"Karena tidak ada mandat dari Dewan Keamanan PBB, tinda­kan ini harus disikapi dengan tegas. Indonesia harusnya bera­ni," ujar Hikmahanto, kemarin. Dia khawatir serangan tersebut memicu perang terbuka.

Terpisah, Bagu Yon Mahmudi, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia mengata­kan, serangan AS dan sekutunya hanya akan menambah keka­cauan di kawasan.

"Serangan mereka tidak mem­bantu meredam konflik. Mereka hanya menambah masalah. Se­rangan ini hanya akan kembali mengorbankan warga Suriah," tegas Yon.

Rusia, sekutu Suriah, me­nyayangkan serangan koalisi Barat di saat pemerintahan Presi­den Bashar al-Assad sedang berjuang menuju masa depan yang damai.

Serangan koalisi Barat dilapor­kan menyasar beberapa pusat penelitian, instalasi dan gudang penyimpanan perangkat militer.

Imbauan Ke WNI

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau warga negara Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan ke Su­riah hingga situasi keamanan membaik.

WNI yang sedang berada di Suriah juga diminta segera me­laporkan diri ke KBRI di Dam­askus, dan mengikuti perkem­bangan situasi melalui aplikasi "Safe Travel."

Hotline KBRI di Damaskus adalah +963 95-4444-810. Se­mentara hotline Perlindungan WNI di Kemlu RI adalah +62 812-9007-0027. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA