Harga emas dan perak merosot, terguncang oleh ancaman balasan Iran atas pengambilalihan kapal kargo miliknya oleh Amerika Serikat.
Saat ini, investor lebih memilih memegang Dolar daripada emas setelah Iran mengancam akan membalas tindakan Amerika.
Di pasar dunia, harga emas spot turun 0,4 persen menjadi 4.810,26 Dolar AS per ons, setelah menyentuh level terendah, seperti dilaporkan Reuters, Selasa 21 April 2026.
Kondisi ini diperparah oleh naiknya harga minyak dan bunga obligasi Amerika. Logam mulia seperti emas biasanya kehilangan daya tarik ketika bunga investasi lain sedang naik, karena emas sendiri tidak memberikan imbal hasil bunga secara langsung.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup melorot 1 persen ke posisi 4.828,8 Dolar AS per ons.
Para pengamat menilai emas sedang terjepit di antara dua situasi. Di satu sisi, konflik di Timur Tengah seharusnya membuat orang mencari emas sebagai aset aman. Namun di sisi lain, konflik tersebut malah membuat harga minyak melonjak dan nilai Dolar terbang tinggi, yang akhirnya justru menekan harga emas.
Selama harga emas belum bisa menembus level psikologis 5.000 Dolar AS, kemungkinan besar harganya masih akan sulit untuk naik tajam dalam waktu dekat.
Hharga perak spot juga merosot 1,3 persen menjadi 79,76 Dolar AS per ons.
Platinum menyusut 1,4 persen ke posisi 2.073,28 Dolar AS, sementara paladium turun 0,2 persen menjadi 1.556 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: