Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyatakan sikap menahan diri ini agar eskalasi yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan masyarakat Suriah, khususnya perempuan dan anak-anak, tidak meluas.
"Kami prihatin akan situasi di Suriah. Kami meminta semua pihak menahan diri dan menjunjung tinggi Piagam PBB yang mengedepankan perdamaian dunia," ujar Retno di sela acara peluncuran aplikasi Safe Travel di Central Park, Jakarta, Sabtu (14/4).
Dia mengatakan pemerintah Indonesia selalu berpegang pada prinsip-prinsip hukum internasional.
Terkait upaya penyelamatan WNI di Suriah, Retno mengaku sejak pagi melakukan koordinasi dan memantau perkembangan dengan KBRI Damascus dan KBRI di kawasan Timur Tengah.
Pihaknya juga telah membuat perencanaan kontijensi untuk WNI di Suriah, terutama perempuan dan anak-anak.
"Pagi sampai saat ini kita terus menerus lakukan komunikasi," ujar Retno.
[dem]
BERITA TERKAIT: