Awal pemogokan telah dijuluki sebagai "Black Tuesday". Namun aksi tersebut akan berlangsung menyebar selama tiga bulan dan mengganggu jaringan kereta api selama beberapa waktu.
Staf di kereta api negara SNCF memimpin pemogokan, tetapi sektor energi dan pengumpulan limbah juga terpengaruh.
Aksi pemogokan itu menghadirkan tantangan terbesar bagi Presiden Macron sejak pemilihannya Mei tahun lalu.
Serikat pekerja mengatakan beberapa rencana untuk merombak SNCF yang banyak berutang akan membuka jalan bagi privatisasi.
Hal itu mendorong serikat pekerja kereta api melakukan aksi mogok dengan sekitar 77% pengemudi SNCF diyakini mogok.
Akibatnya, seperti dimuat
BBC, jalur komuter ke Paris juga telah dipangkas dan layanan bus mengalami penuh sesak karena banyak komuter yang beralih menggunakan bus.
Situs web yang mengukur lalu lintas mobil di sekitar ibukota mencatat ada sekitar 420 km kemacetan di jam sibuk akibat banyak yang membawa kendaraan pribadi.
Layanan internasional lebih terpengaruh. Eurostar memiliki 75% kereta yang beroperasi dan layanan Thalys ke Belgia, Belanda dan Jerman hampir normal, tetapi tidak ada layanan ke Spanyol, Swiss atau Italia.
[mel]
BERITA TERKAIT: