
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak sebuah deklarasi yang dibuat oleh para pemimpin Muslim dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Rabu kemarin (13/12). Deklarasi itu berisi penegasan bahwa Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina.
Menanggapi hal tersebut, seperti dimuat
Al Jazeera, Netanyahu mengatakan bahwa semua pernyataan tersebut gagal mengesankan.
"Kebenaran akan menang pada akhirnya dan banyak negara pasti akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan juga memindahkan kedutaan mereka," tambahnya menanggapi tanggapan para pemimpin Muslim saat KTT darurat OKI di Istanbul.
Sebelumnya pada hari Rabu, anggota OKI meminta komunitas internasional untuk mengikuti jejaknya dengan menolak pendirian kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.
OKI juga menyatakan langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: