Langkahnya untuk memimpin Zimbabwe nampak semakin terbuka setelah sang suami memecat wakilnya, Emmerson Mnangagwa pekan lalu. Mnangagwa sebelumnya adalah salah satu letnan Mugabe yang paling setia dan telah bekerja sama dengannya selama berpuluh-puluh tahun. Ia juga merupakan pesaing utama Grace Mugabe. Ia dipecat setelah Grace Mugabe menuduh pendukungnya merencanakan sebuah kudeta.
Setelah dipecat, ia melarikan diri ke Afrika Selatan dan vokal mengatakan ada ambisi politik Grace Mugabe untuk memimpin Zimbabwe.
Pemecatan Mnangagwa memicu tindakan agresif militer Zimbabwe. Awal pekan ini, Kepala Angkatan Darat Jenderal Constantino Chiwenga memberikan pernyataan bahwa ia memperingatkan Mugabe bahwa militer akan melakukan intervensi jika Mugabe terus membersihkan partai pemimpin ZANU-PF yang berkuasa seperti Mnangagwa. Langkah itu direalisasikan pada Rabu (15/11) dengan pengambilalihan kekuasaan oleh militer.
Kendati begitu, militer menolak mengatakan bahwa mereka telah melakukan kudeta. Mereka hanya ingin "memberishkan" penjahat yang berada di sekitar Mugabe, sementara sang presiden sendiri berada dalam kondisi aman dan selamat.
Sementara sosok Grace sendiri, bagi pendukungnya, ia adalah seorang pengusaha dan filantropis berbakat. Mereka mengagumi dukungan kuat suaminya. Mereka memuji filantropinya, pendirian panti asuhan dan apa yang mereka gambarkan sebagai keahliannya sebagai pebisnis.
Grace membangun sebuah kerajaan peternakan sapi perah di lahan yang sebelumnya dimiliki oleh warga Zimbabwe kulit putih. Dia juga menjalankan beberapa bisnis pertambangan, meskipun sebagian besar dilaporkan gagal.
Namun beberapa waktu terakhir, Grace Mugabe telah menunjukkan dirinya sebagai orang yang kejam.
"Dia baru-baru ini mendapatkan reputasi yang sangat sombong, sangat otokratis dalam hal bagaimana dia berurusan dengan orang-orang yang menanyainya dan yang menanyai suaminya," kata Edmond Keller, ilmuwan politik dan pakar Afrika di University of California , Los Angeles.
Keller merujuk pada kasus yang terjadi pada bulan Agustus lalu di mana sang ibu negara ituduh menyerang model Afrika Selatan dengan kabel listrik setelah menemukan wanita di kamar hotel bersama anak-anaknya. Ia menolak hadir di persidangan dan menggunakan kekebalan diplomatik.
Selain itu, awal bulan ini, empat orang ditangkap setelah dituduh mencemooh Grace dalam sebuah demonstrasi.
Kemunculan Grace di arena politik pertama kali mendapat sorotan yang signifikan dengan pengangkatannya pada tahun 2014 sebagai sekretaris pertama liga wanita partai tersebut.
Posisi itu memberinya kursi di Politbiro yang kuat. Sekitar waktu yang sama, Universitas Zimbabwe memberinya gelar doktor dalam sosiologi yang tampaknya dapat meningkatkan kepercayaannya. Namun, para kritikus mempertanyakan tingkat validitasnya karena dia terdaftar di sekolah hanya tiga bulan dan tidak pernah membela disertasi.
Sejak saat itum ia kerap melakukan kampanye untuk mendukung pemerintahan sang suami.
Beberapa tahun lalu, ia juga diketahui pernah memunculkan isu kudeta yang direncanakan oleh wakil presiden saat itu, yakni Joice Mujuru. Ia mendorong serangan aksi unjuk rasa untuk menuntut pemecatan Mujuru. Akhirnya, sang presiden pun memecat wakilnya tersebut.
Pada satu demonstrasi dia mengatakan: "Mereka ingin saya menjadi presiden mengapa tidak? Apakah saya bukan orang Zimbabwe?".
Ambisi politik sang ibu negara nampaknya membawa Presiden Mugabe yang merupakan salah satu pemimpin kuat era kemerdekaan Afrika dan telah memimpin negara tersebut selama lebih dari 30 tahun, sekita tak berkutik dengan blokade militer. Nasib Grace saat ini masih belum jelas, ada rumor yang mengatakan bahwa ia berada di tahanan militer. Demikian seperti dikutip
Sydney Morning Herald.
[mel]
BERITA TERKAIT: