Kendati demikian, para jenderal militer menolak tuduhan yang menyebut bahwa mereka telah mengadakan kudeta.
Militer Zimbabwe sejak beberapa hari terakhir memblokade tempat-tempat strategis di ibukota Harare, termasuk gedung parlemen.
"Presiden dan keluarganya aman dan sehat dan keamanan mereka terjamin," kata Mayor Jenderal Sibusiso Moyo seperti dimuat
Channel News Asia.
"Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya yang melakukan kejahatan. Segera setelah kami menyelesaikan misi kami, kami berharap situasinya akan kembali normal," tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya bukanlah kudeta.
"Ini bukan pengambilalihan pemerintah oleh militer," tegasnya.
Mugabe sendiri menjalin komunikasi dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan mengatakan bahwa ia berada di bawah tahanan rumah dan tidak terluka. Beberapa pendukung Mugabe dan istrinya Grace dilaporkan berada dalam tahanan militer.
Langkah agresif tentara Zimbabwe ini dipicu oleh pemecatan wakil presiden Emmerson Mnangagwa oleh Mugabe pekan lalu. Padahal ia adalah sosok yang semula digadang-gadang akan menggantikan posisi Mugabe.
Mnangagwa sebelumnya adalah salah satu letnan Mugabe yang paling setia dan telah bekerja sama dengannya selama berpuluh-puluh tahun. Namun dia melarikan diri ke Afrika Selatan setelah dipecat dan vokal mengatakan ada ambisi politik Grace Mugabe, istri dari Presiden Mugabe yang didaulat untuk menggantikan posisinya.
Kepala Angkatan Darat Jenderal Constantino Chiwenga memberikan sebuah konferensi pers yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal pekan ini dan memperingatkan Mugabe bahwa dia akan melakukan intervensi jika Mugabe terus membersihkan partai pemimpin ZANU-PF yang berkuasa seperti Mnangagwa.
[mel]
BERITA TERKAIT: