"Jika perundingan mulai menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara, saya merasa akan sangat sulit bagi Korea Utara untuk benar-benar menghancurkan kemampuan nuklirnya saat persenjataan nuklir dan rudal mereka berada pada tahap yang telah dikembangkan," kata Moon dalam sebuah konferensi pers di Filipina pekan ini seperti dimuat Press TV.
Moon menekankan bahwa tidak perlu memaksa Korea Utara untuk menghancurkan nuklirnya sebelum datang ke perundingan. Ia mengatakan bahwa rezim tersebut dapat menghentikan program nuklirnya dan kemudian memulai denuklirisasi.
"Jika demikian, program nuklir Korea Utara harus dihentikan, dan perundingan bisa berlanjut untuk menyelesaikan denuklirisasi lengkap," katanya, menambahkan bahwa perundingan dengan Pyongyang dapat dilakukan dengan semua opsi terbuka.
Ucapan tersebut datang setelah ada desakan dari Jepang dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada hari Selasa (14/11) di pertemuan para pemimpin yang sama dari Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Forum Asia Timur di Manila bahwa Korea Utara masih mengembangkan program rudalnya meskipun ada jeda dua bulan yang terlihat dalam penembakan rudal jarak jauh dari negara ini.
Abe mengatakan bahwa sudah cukup dan percaya bahwa mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara tidak ada gunanya.
"Tidak ada gunanya untuk pembicaraan demi perundingan," kata Abe.
[mel]
BERITA TERKAIT: