Bertolak Ke Jepang, Trump Bawa Agenda Soal Korut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 04 November 2017, 18:58 WIB
Bertolak Ke Jepang, Trump Bawa Agenda Soal Korut
Donald Trump/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbang menunju Jepang hari ini (Sabtu, 4/11) dengan membawa salah satu agenda pentingnya yakni pembahasan soal Korea Utara.

Jepang merupakan pemberhentian pertama Trump dalam tur lima negara Asia yang dilakukannya selama 12 hari. Tur Trump di Asia ini adalah yang terpanjang yang dilakukan oleh seorang presiden Amerika sejak George H.W. Bush pada tahun 1992. Selain Jepang, ia akan mengunjungi Korea Selatan, China, Vietnam dan Filipina.

Trump dijadwalkan untuk berbicara dengan pasukan Amerika Serikat dan Jepang di pangkalan udara Yokota sesaat setelah tiba di Jepang pada hari Minggu dan tampaknya menekankan pentingnya aliansi untuk keamanan regional.

Perjalanan Trump didominasi oleh perdagangan dan bagaimana mengumpulkan lebih banyak tekanan internasional pada Korea Utara untuk menyerah soal senjata nuklir.

"Kami akan membicarakan perdagangan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum memulai tur.

"Kita akan berbicara tentang Korea Utara yang jelas. Kami akan meminta bantuan banyak orang dan negara dan kami akan melihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita akan melakukan perjalanan yang sangat sukses. Ada banyak kemauan baik," tambahnya.

Trump telah mengguncang beberapa sekutu dengan sumpahnya untuk benar-benar menghancurkan Korea Utara jika mengancam Amerika Serikat.

Trump juga rencananya akan mencari front persatuan dengan para pemimpin Jepang dan Korea Selatan melawan Korea Utara sebelum mengunjungi Beijing untuk membawa kasus tersebut ke Presiden China Xi Jinping dan menekannya untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan Pyongyang.

Perdagangan akan sangat berpengaruh selama perjalanan Trump saat ia mencoba meyakinkan sekutu Asia untuk menyetujui kebijakan perdagangan. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA