Keputusan itu diambil Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang kemudian mengadopsi sebuah resolusi untuk membentuk sekelompok ahli terkemuka di Jenewa pada Jumat (30/9).
Keputusan itu, seperti dikabarkan
BBC, juga merupakan hasil kompromi antara kekuatan Barat dan sekelompok negara Arab, tak terkecuali Arab Saudi.
Berdasarkan keputusan tersebut, sekelompok pakar internasional dan regional terkemuka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua dugaan pelanggaran hak asasi manusia internasional dan bidang hukum internasional lainnya yang sesuai dan berlaku di Yaman.
Pakar-pakar tersebut akan menetapkan fakta dan keadaan seputar dugaan pelanggaran yang terjadi di Yaman. Bahkan jika memungkinkan, mereka akan mampu mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggungjawab.
Kondisi di Yaman memprihatinkan dan mencuri perhatian dunia. Pasalnya, lebih dari 8.530 orang terbunuh sejak konflik pecah Maret 2015 lalu. 60 persen di antara mereka adalah warga sipil. Di waktu yang sama, 48.800 orang Yaman juga diketahui terluka.
Konflik tersebut juga telah menyebabkan 20,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menciptakan keadaan darurat keamanan pangan terbesar di dunia, dan menyebabkan wabah kolera yang diyakini telah mempengaruhi 700.000 orang sejak April lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: