Dalam insiden tersebut, seperti dimuat
Reuters, para pengungsi tersebut berupaya untuk melarikan diri dari sebuah kampanye militer Myanmar.
Militer Myanmar diketahui melancarkan serangan menyapu dalam menanggapi serangan terkoordinasi terhadap pasukan keamanan oleh gerilyawan Rohingya di utara Negara Bagian Rakhine pada 25 Agustus.
Pengungsi yang tiba di Myanmar telah menceritakan serangan dan pembakaran oleh tentara dan warga Budha yang bertujuan mengusir Rohingya.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa kekerasan tersebut merupakan keadaan darurat dan mimpi buruk kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Sementara itu pejabat perbatasan Bangladesh mengatakan lebih banyak pengungsi telah tiba selama satu atau dua hari terakhir. Kelompok bantuan mengatakan bahwa 502.000 pengungsi telah tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: