Menteri Luar Negeri Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu dengan Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah pada hari ini (Senin, 3/7) untuk membahas tuntutan tersebut.
Al Thani datang untuk mengirimkan surat tulisan tangan emir Qatar soal tuntutan tersebut.
Kuwait sendiri berperan sebagai pihak yang memediasi krisis diplomasi yang terjadi antara Qatar dan tiga negara Arab tersebut.
Tanggapan Qatar akan menjadi fokus pertemuan di Kairo pada hari Rabu mendatang antara Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan UEA.
Negara-negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan sanksi atasnya pada 5 Juni. Negara-negara itu menuduh Qatar mendukung terorisme. Tuduhan itu ditolak Qatar dengan alasan tidak berdasar.
Mereka juga memberlakukan embargo darat, laut dan udara.
Setelah lebih dari dua minggu, negara-negara tersebut memberi Doha 10 hari, atau sampai Minggu malam, untuk memenuhi daftar permintaan 13 poin dengan imbalan akhir tindakan anti-Qatar.
Tuntutan tersebut mencakup syarat bahwa Qatar harus menutup Jaringan Media Al Jazeera, menutup sebuah pangkalan militer Turki dan menurunkan hubungan dengan Iran.
Menteri luar negeri Qatar telah mengatakan bahwa Doha tidak akan memenuhi tuntutan tersebut, Demikian seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: