Undang-undang yang disembunyikan itu diberlakukan pada tahun 2013 di legislatif negara bagian Kansas dan diterapkan pada semua bangunan umum, namun universitas di negara bagian Midwestern dibebaskan sampai sekarang.
Mahasiswa yang berusia 21 tahun ke atas dapat membawa pistol tersembunyi di kampus universitas Kansas mulai tanggal 1 Juli.
"Hak untuk memiliki senjata sangat penting untuk menjaga kebebasan kita dan mempertahankan pemerintahan sendiri," kata Gubernur Kansas Sam Brownback, yang mendukung undang-undang tersebut.
Kansas bergabung dengan Georgia, Arkansas dan beberapa negara bagian lainnya dengan undang-undang yang memungkinkan siswa dan fakultas membawa senjata di kampus-kampus.
Sebuah survei tahun 2015 oleh Dewan Dewan Bupati Dewan Senat Dewan Senat Kansas menemukan bahwa 70 persen fakultas dan staf ingin mengubah undang-undang Kansas untuk melarang senjata di kampus.
Undang-undang Kansas diundangkan dengan tujuan untuk mengizinkan sasaran potensial kekerasan senjata untuk mempertahankan diri dengan senjata mereka sendiri, meskipun kepemilikan senjata yang lebih tinggi dikaitkan dengan kejahatan yang lebih kejam dan pembunuhan secara keseluruhan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa kepemilikan senjata terkait langsung dengan pembunuhan terkait senjata, dan pembunuhan dengan senjata adalah jenis pembunuhan yang paling umum di Amerika Serikat.
Serangan senjata api 6,8 kali lebih sering terjadi di negara bagian AS dengan jumlah senjata paling banyak dibandingkan negara bagian dengan paling sedikit, menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh para periset di Harvard University.
Sekitar 29 persen orang Amerika memiliki satu atau lebih dari sekitar 300 juta senjata api di tangan swasta di Amerika Serikat, menurut periset Columbia University. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: