Parlemen mencurigai sekitar 5,4 juta dolar AS mengalir ke asisten Front Nasional Le Pen (FN) yang tidak bekerja untuk MEP tapi terlibat dalam pekerjaan partai FN di Prancis.
Pembayaran fiktif yang dituduhkan itu dilakukan mulai tahun 2012 ke atas dan menyeret nama Le Pen serta beberapa anggota MEP dari FN lainnya.
Front Nasional membantah tuduhan tersebut.
Le Pen juga membantah melakukan kesalahan dan mengatakan bahwa kasus tersebut bermotif politik.
Tuduhan tersebut pertama kali muncul pada 27 April, menjelang putaran kedua pemungutan suara dalam pemilihan presiden Prancis.
Dalam pemilu tersebut, Le Pen dikalahkan telak oleh rivalnya yang kini menjadi Presiden Perancis, Emmanuel Macron dengan perolehan 66 persen berbanding 34 persen.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: