Dalam laporannya, ia mengatakan ada penggelontoran dana senilai 28 juta dolar AS untuk seragam Angkatan Darat Nasional Afghanistan.
Ia mengkritik alokasi anggaran seragam pola "hutan", meskipun lanskap negara hanya 2,1 persen berhutan.
"(Keputusan tersebut) tidak didasarkan pada evaluasi kesesuaiannya untuk lingkungan Afghanistan", tulisnya.
Dalam laporan setebal 17 halaman tersebut, Sopko mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Afghanistan memilih pola tersebut di tahun 2007.
Ia menyebut bahwa Menteri Abdul Rahim Wardak memilih pola tersebut karena ketertarikan pribadi.
Pejabat AS, yang telah mencari pola secara online dengan Wardak, mengizinkan pembelian tersebut karena dia menyukai apa yang dia lihat mereka menulis pada saat itu.
"Perhatian saya adalah bagaimana jika menteri pertahanan menyukai pakaian ungu, atau menyukai warna pink?" Sopko mengatakan kepada USA Today dalam sebuah wawancara.
"Apakah kita akan membeli seragam merah muda untuk tentara dan tidak mengajukan pertanyaan? Itu gila," kritiknya.
"Kita menyia-nyiakan 28 juta dolar AS uang pembayar pajak atas nama mode, karena menteri pertahanan menganggap bahwa pola itu cantik," sambungnya.
Selama bertahun-tahun, kantor Sopko telah mengkritik Pentagon karena pemborosan selama perang terpanjang di Amerika Serikat tersebut. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: