Hal itu disampaikan Xi di hadapan hampir 30 pemimpin dunia dalam pertemuan puncak internasional di mana China mempromosikan kebijakan luar negerinya, yakni inisiatif One Belt One Road (OBOR).
"Globalisasi menghadapi beberapa angin ribut," kata Xi di sebuah pusat konvensi di dekat Tembok Besar di pinggiran kota Beijing.
"Kita perlu mencari hasil melalui keterbukaan dan kerjasama yang lebih besar, menghindari fragmentasi, menahan diri untuk tidak menerapkan batasan yang menghambat kerjasama atau pengaturan eksklusif, dan menolak proteksionisme," sambungnya.
Pada pembukaan pertemuan pada hari Minggu, Xi berjanji untuk memompa tambahan 124 miliar dolar AS ke dalam proyek bankir China, yang melibatkan jaringan besar pelabuhan, kereta api, jalan dan taman industri.
Bank Pembangunan China telah mengalokasikan 890 miliar dolar AS untuk sekitar 900 proyek.
Inisiatif ini mencakup 65 negara yang mewakili 60 persen populasi dunia dan sekitar sepertiga dari produk domestik bruto global.
China telah mempertahankan globalisasi pada saat Amerika Serikat mundur ke dalam kebijakan "Amerika Pertama" mengenai perdagangan dan hubungan luar negeri di bawah Presiden Donald Trump.
Sementara beberapa melihat proyek Beijing sebagai pemasar geopolitik, Xi bersikeras bahwa Belt and Road terbuka untuk semua orang.
"Dalam dunia pertumbuhan, saling ketergantungan dan tantangan, tidak ada negara yang dapat mengatasi tantangan atau menyelesaikan masalah dunia dengan sendirinya," jelasnya seperti dimuat
Channel News Asia.
[mel]
BERITA TERKAIT: