Aksi Protes Warnai Pertemuan Puncak OBOR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 15 Mei 2017, 13:32 WIB
Aksi Protes Warnai Pertemuan Puncak OBOR
China/Net
rmol news logo Langkah China membuka salah satu inisiatif kebijakan luar negerinya sejak 1949, yakni dengan Pertemuan Puncak One Belt One Road (OBOR) di Beijing, tak luput dari aksi penentangan.

Sejumlah mahasiswa dan organisasi politik termasuk Organisasi Mahasiswa Karakoram, Organisasi Mahasiswa Nasional Balawaristan, Gerakan Gilgit Baltistan United dan Front Nasional Balawaristan menggelar aksi unjuk rasa menentang OBOR dan pembangunan proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yangberlangsung di bawah inisiatif OBOR di Gilgit, Hunza, Skardu dan Ghizer.

Mereka menilai bahwa proyek tersebut nerupakan usaha ilegal untuk merebut Gilgit dan melihatnya sebagai "Jalan Gulami atau Perbudakan untuk Gilgit-Baltistan". Pemrotes di Gilgit melihat CPEC dan OBOR sebagai taktik yang dilakukan China untuk mengambil alih posisi mereka.

Mereka membawa serta sejumlah spanduk dan poster penolakan, salah satunya berbunyi "Hentikan Imperialisme China". Dikabarkan The Economic Times, melalui aksi tersebut, mereka meminta masyarakat dunia untuk menghentikan pelanggaran China terhadap tanah Gilgit yang masih diperdebatkan sejak tahun 1948-1949.

Mereka mengklaim bahwa China telah memasuki Gilgit-Baltistan secara ilegal dengan bantuan Pakistan, menambahkan bahwa strategi dua cabang yang disusun dengan baik telah disiapkan untuk memfasilitasi kehadiran militer China yang terus berlanjut di Pakistan dan untuk melawan AS melalui CPEC.

Untuk diketahui bahwa proyek infrastruktur multi-lapis senilai 51,5 miliar dolar AS ini bertujuan untuk menghubungkan Kashgar di provinsi Xinjiang di China barat dengan Pelabuhan Gwadar di Balochistan. OBOR sendiri dihadiri oleh kepala negara dan pemerintah di lebih dari 23 negara. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA