Mereka memprotes Presiden Venezuela Nicholas Maduro telah melanggar hak warga negaranya dengan krisis politik dan ekonomi yang terjadi.
Para wanita yang berunjuk rasa itu mengenakan pakaian putih dan dipimpin oleh anggota parlemen oposisi. Mereka juga menyuarakan kritik atas apa yang mereka anggap represi oleh pasukan keamanan.
Demonstran marah atas apa yang mereka gambarkan sebagai rencana Maduro untuk mengumpulkan kekuatan di tangannya sendiri.
Mereka sangat marah dengan keputusan baru-baru ini yang menciptakan sebuah badan penyusun 500 anggota untuk menulis ulang konstitusi, sebuah langkah yang akan memotong Majelis Nasional.
Gelombang protes yang terjadi di Venezuela sejak beberapa pekan terakhir juga kerap diwarnai dengan kekerasan dan bahkan berujung kematian, di mana setidaknya 36 orang tewas.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: