"Saya merasa malu saat mendengar namanya," kata paus kepada audiensi siswa di Vatikan akhir pekan ini.
"Seorang ibu memberi hidup dan yang satu ini memberikan kematian, dan kita memanggil peranti ini seorang ibu Apa yang sedang terjadi?" Dia bertanya.
Bom itu sendiri sebenernya memiliki nama resmi GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), namun dikenal luas sebagai "ibu dari semua bom".
Bom ini pertama kali diuji pada tahun 2003, namun belum pernah digunakan dalam pertempuran sebelumnya.
Komentar Paus tersebut muncul menjelang pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump pada tanggal 24 Mei mendatang.
Pentagon mengatakan bahwa pesawat tersebut diturunkan dari sebuah pesawat AS di provinsi Nangarhar, yang menargetkan sebuah kompleks terowongan yang digunakan oleh ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: