Parlemen Montenegro rencananya akan meratifikasi keputusan untuk bergabung dalam aliansi militer Barat nantinya.
Namun tindakan tersebut memicu kontroversi, bahkan di dalam negeri sendiri. Perdana Menteri Montenegro Dusko Markovic telah menolak keputusan tersebut karena bermotif politik.
"Jelas bahwa keputusan tersebut dalam konteks keanggotaan NATO," kata Markovic.
Montenegro diberi sebuah rencana tindakan keanggotaan oleh NATO pada tahun 2009. Keanggotaan NATO tetap sangat kontroversial di negara Balkan kecil, yang mulai merdeka di tahun 2006.
Diketahui bahwa Montenegro dan Serbia, dua negara yang pernah dibom oleh pesawat NATO, pada awalnya merupakan satu negara setelah pecahnya Yugoslavia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: