Otoritas Turki mengklaim bahwa tindakan tersebut diambil atas dasar keamanan nasional.
Presiden Tayyip Erdogan menuduh Gulen menghasut sebuah kudeta yang gagal terhadapnya pada Juli lalu. Gulen membantah tuduhan tersebut.
Sebelumnya, pihak berwenang menahan lebih dari 1.000 orang dalam operasi terbaru melawan pendukung Gulen sepanjang Rabu kemarin (26/4).
Operasi besar itu merupakan yang terbesar yang dilakukan di Turki dalam beberapa bulan terakhir.
Selain 1.009 yang ditahan pada hari Rabu, surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk 3.224 orang lainnya, sebagai bagian dari operasi polisi di 81 provinsi di Turki.
Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan bahwa penggerebekan tersebut menargetkan sebuah jaringan Gulenist yang menyusup ke kepolisian yang disebut 'imam rahasia".
Diketahui bahwa pasca kudeta gagal 15 juli lalu, setidaknya telah ada 40 ribu orang diamankan dan 1.200 lainnya dipecat atau ditangguhkan. Termasuk di antara mereka adalah tentara, polisi, guru, dan PNS.
[mel]
BERITA TERKAIT: