Ini adalah salah satu operasi terbesar yang dilakukan Turki sejak upaya gagal kudeta Juli tahun lalu.
Operasi itu menargetkan struktur jaringan di kepolisian di seluruh 81 provinsi di Turki.
Setelah kudeta yang gagal pada Juli 2016, pihak berwenang menahan 40.000 orang dan memecat atau menskors 120.000 lainnya dari berbagai profesi, termasuk tentara, polisi, guru, dan pegawai negeri, karena dugaan hubungan dengan kelompok teroris.
Penangkapan terakhir dilakukan 10 hari setelah referendum yang ketat diperdebatkan untuk menyetujui perluasan wewenang Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Erdogan sendiri diketahui menyalahkan Gulen karena telah mendalangi kudeta yang gagal, yang menewaskan 240 orang, kebanyakan warga sipil.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: