Lavrov menyebut bahwa tindakan yang diambil oleh AS itu adalah bentuk provokasi.
"Saya ingin menekankan bahwa serangan rudal AS di pangkalan udara Shayrat sebenarnya provokasi," kata Lavrov pada pertemuan hari Kamis dengan Menlu AS Rex Tillerson di Moskow pekan ini.
Dalam ksempatan berbeda (Jumat, 14/4), Lavrov menyebut bahwa Tilleron telah sepakat bahwa AS tidak lagi akan melakukan hal itu.
"Menteri Luar Negeri AS dan saya benar-benar membahas situasi ini dan setuju bahwa ini tidak boleh terjadi lagi," kata Lavrov.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tidak semua orang senang dengan upaya berkelanjutan untuk mengganggu upaya perdamaian di Suriah.
"Tidak semua orang senang dengan kemajuan yang kami pastikan dengan rekan-rekan kami Turki dan Iran, serta dengan pemerintah Suriah dan Kazakhstan, sementara Inggris negara berpartisipasi sebagai pengamat pada pembicaraan Astana," jelas Lavrov.
"Upaya yang dilakukan untuk mengganggu gencatan senjata yang disepakati di Astana dan disambut oleh Dewan Keamanan PBB,†tambahnya seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: