Trump diketahui merupakan sosok yang kerap mengeluarkan komentar keras terhadap China selama masa kampanye tahun lalu. Pada suatu kesempatan, ia bahkan pernah menyebut China telah memperkosa perekonomian Amerika Serikat.
Ia pun berjanji untuk melabeli China sebagai manipulator mata uang karena menekan yuan untuk membuat ekspor lebih kompetitif dengan barang-barang AS.
Namun dalam sebuah wawancara dengan
Wall Street Journal, Rabu (12/4), Trump mengatakan bahwa China tidak pernah memanipulasi mata uang untuk beberapa waktu dan telah berusaha untuk mencegah perlemahan lebih lanjut.
"Saya pikir dolar kami semakin terlalu kuat, dan sebagian itu adalah kesalahan saya karena orang memiliki keyakinan dalam diriku," tambah Trump.
Dia menambahkan bahwa dolar yang kuat memiliki manfaat, tetapi akhirnya akan merugikan ekonomi AS.
"Sangat, sangat sulit untuk bersaing ketika Anda memiliki dolar yang kuat dan negara-negara lain mendevaluasi mata uang mereka," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: